Rabu, 12 Agustus 2009

Minggu, 2009 Agustus 02 Hacker Pun Ngeri Bongkar Blog Noordin




Tantangan polisi kepada para peretas lokal untuk membongkar jati diri pemilik blog ‘Nur Din M Top’ tidak langsung diterima begitu saja. Pasalnya, untuk membongkar identitas pemilik blog di layanan Blogger.com milik Google, para hacker musti menjebol data server milik Google, dan malah bisa dijerat dengan pasal-pasal cyber crime di negara yang bersangkutan.




“Hacker juga ngeri dengan tantangan itu. Bila kita masuk ke server mereka (penyedia blog -red) kita malah bisa disangka teroris, dan terancam hukum cybercrime di negara mereka. Sebab, ini kasus teror, bukan kasus main-main,” ujar Dani Firman Syah, pakar keamanan komputer yang pernah menjebol situs KPU pada pemilu 2004.


Sebab, kata Dani, Google juga terikat kontrak dengan pelanggan untuk melindungi pelangganmereka. Jalan terbaik yang harus ditempuh pemerintah, Dani menjelaskan, adalah meminta kepada pengelola blog yang berada di Amerika Serikat, untuk mengungkap jati diri atau nomor Internet Protocol (IP Address) pemilik blog teror tersebut.




“Ini kan bukan kasus perorangan, tapi kasus negara, bahkan Presiden Obama sendiri pasti tak menyetuju aksi teror. Bila Presiden SBY menelepon Obama untuk meminta bantuan mengungkap pemilk blog, pasti akan cepat terungkap,” kata Dani.


Bila nomer IP yang tercatat di server Google sudah bisa diketahui, Dani menambahkan, maka pengusutan akan lebih mudah dilakukan. Kendati pembuat blog menggunakan jasa proxy server untuk menyembunyikan IP addres komputer mereka, menurut Dani, pelakunya akan tetap dapat ditelusuri.


Sayangnya, polisi belum mau melibatkan pihak luar untuk mengusut pemilik blog. “Kita tidak tahu ya (kerjasama dengan asing). Dalam negeri dulu lah, kalau tidak mampu baru minta bantuan,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarna kepada Desy Afrianti dari VIVAnews, Kamis 30 Juli 2009.

Baca selengkapnya...

Perampok Baringkan 20 Korbannya untuk Dilindas




LAGOS-SAGAMU, Bangkapos.com — Sebuah perampokan sadis terjadi di kawasan Lagos-Sagamu Nigeria, Sabtu (1/8). Sebanyak 20 korban perampokan dilindas truk oleh para perampoknya.



Menurut Sunday Sun, Minggu (2/8), insiden itu terjadi ketika sebuah bus mewah berisi 20 penumpang dan sebuah truk dirampok dekat Universitas Babcock. Bus yang sedang menuju ke arah tenggara itu secara tidak sengaja memasuki wilayah kekuasaan sebuah geng bersenjata.


Di sebuah jalan bebas hambatan, bus itu dipaksa berhenti karena jalan itu diblokade dengan pohon-pohon yang ditumbangkan. Lalu para penumpang dipaksa turun dengan todongan senjata. Kemudian para penumpang bus dan awak truk dipaksa berbaring telungkup di badan jalan, setelah semua barang mereka dijarah.


Ketika para perampok menjarah isi bus, sebuah truk trailer dikemudikan dengan kecepatan penuh ke arah para penumpang malang itu. Mereka pun digilas tanpa ampun dan tentu saja tak satupun penumpang selamat.


Komandan Sektor Komisi Keselamatan Jalan Raya Federal di Negara Bagian Ogun, Olu-Mike Olagunju membenarkan adanya kejadian itu. Olagunju menilai insiden itu sangat disayangkan. Ia menjelaskan dari ke-20 korban itu, tujuh di antaranya perempuan.


”Kami tidak mendapati benturan pada bus itu, yang mengindikasikan bahwa kendaraan itu tidak bertabrakan. Kejadian yang paling mungkin adalah perampokan,” katanya.


Olagunju mengatakan komisi saat ini sedang berkampanye untuk menghentikan perjalanan mobil malam hari. ”Sudah kami sampaikan berulang-ulang agar masyarakat menghindari bepergian malam hari. Kalau masyarakat tidak bepergian malam hari, tidak mungkin insiden itu tidak bisa dihindari. Setidaknya pengemudi truk akan melihat orang-orang berbaring di jalan yang putih, sementara pengemudi juga akan bisa menyaksi para perampok beraksi di jalanan,” katanya.dsu/sas


Baca selengkapnya...

Kamis, 23 Juli 2009

Misteri Dua Potong Kepala




JAKARTA, KOMPAS.com - Lima hari telah berlalu pascaledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Jumat (17/7). Namun, aparat kepolisian hingga kini belum juga dapat mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri tersebut.






Ruang Forensik RS Polri Dr Sukanto Kramat Jati, tempat penampungan jenazah korban tewas ledakan bom Mega Kuningan, pun hingga kini masih menyimpan empat jenazah, terdiri dari sejumlah potongan tubuh dan dua potong kepala yang terpisah dari tubuhnya. Potongan-potongan tersebut ditemukan aparat kepolisian di dua tempat yang berbeda.Sampai sekarang belum dapat diketahui identitasnya.

Dari empat jenazah itu, besar dugaan dua potong kepala itu adalah pelaku pengeboman yang menewaskan 9 orang dan 53 orang luka. Sementara dua jenazah lainnya diduga merupakan sepasang suami istri Warga Negara Belanda.

Namun, siapakah sebenarnya dua potong kepala yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri itu?

Untuk mengetahui hal tersebut, pihak Mabes Polri, Senin (20/7) kemarin, telah mengambil contoh sampel darah dari anggota keluarga Ibrahim dan Nur Habsyi. Ibrahim dan Nur Habsyi alias Nur Said alias Nur Sahid sendiri diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di dua hotel tersebut.

Hal itu dilakukan Mabes Polri untuk mencocokan DNA anggota keluarga Ibrahim dan Nur Habsyi dengan dua potongan kepala tersebut. Namun, Rabu (22/7) dugaan tersebut pudar.

Pasalnya fakta berkata lain. Berdasarkan hasil tes DNA yang telah dilakukan oleh pihak Mabes Polri, DNA anggota keluarga Ibrahim dan Nur Habsyi tidak ah cocok dengan DNA dua potong kepala itu. Artinya, Ibrahim dan Nur Habsyi bukanlah pelaku bom bunuh diri itu. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan Kabid Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna di Media Center di Bellagio, Kuningan, Jakarta, Rabu (22/7).

Pencocokan DNA anggota keluarga Ibrahim dan Nur Habsyi sendiri dilakukan pihak kepolisian bukan tanpa alasan. Ibrahim adalah salah seorang pegawai Hotel Ritz Carlton yang bertugas sebagai penata bunga yang pascaledakan terjadi tidak diketahui keberadaannya oleh pihak keluarganya.

Sementara Nur Habsyi, namanya santer disebut sebut sebagai penghuni kamar 1808 Hotel JW Marriott, kamar yang diduga sebagai tempat perencanaan dan perakitan bom.

Selain itu sesaat setelah dua bom meledak, Tim Gegana Mabes Polri menemukan sejumlah bom aktif yang belum sempat diledakkan di dalam kamar tersebut.

Misteri terkait identitas dua potongan kepala itu pun terus berlanjut. Aparat kepolisian pun dituntut untuk bekerja lebih keras agar dapat mengungkap siapa pelaku bom bunuh diri tersebut. Sementara masyarakat harus lebih bersabar menunggu hasil kinerja dari aparat kepolisian.



Baca selengkapnya...

TUKERAN LINK YUK

www.aneh81.co.cc

SUBSCRIBE VIA EMAIL

Ingin berlangganan artikel? Masukkan alamat email sobat disini:

DAFTAR TAMU



SITE INFO

100 Blog Indonesia Terbaik Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!
 

ABOUT ME